Berbicara mengenai studi di perguruan tinggi, pasti banyak hal yang harus diperhatikan seperti kampus, jurusan, biaya, dan juga program yang ditawarkan. Salah satu program yang sering diikuti oleh mahasiswa adalah program double degree atau dobel gelar. Namun, seiring perkembangan zaman, muncul istilah cross register. Apa itu cross register dan bagaimana perbedaannya dengan program double degree?
Mengenal Double Degree
Double degree atau dobel gelar adalah program yang ditawarkan oleh perguruan tinggi yang memungkinkan mahasiswa untuk meraih dua gelar dari dua jurusan yang berbeda di dua perguruan tinggi yang berbeda pula. Dalam program ini, mahasiswa harus menempuh studi di dua perguruan tinggi yang berbeda selama beberapa tahun. Keuntungan dari program ini adalah mahasiswa akan memiliki kelebihan di bidang pengetahuan, pengalaman belajar, dan juga koneksi di dua perguruan tinggi yang berbeda.
Namun, tentunya ada juga kekurangan dari program double degree ini, yaitu biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Selain itu, mahasiswa harus menempuh studi di dua perguruan tinggi yang berbeda yang berarti harus menyesuaikan diri dengan perguruan tinggi tersebut, bahasa yang digunakan, dan juga budaya perguruan tinggi tersebut.
Walaupun memiliki kekurangan, program double degree masih menjadi program yang diminati oleh banyak mahasiswa karena keuntungan yang bisa didapatkan.
Cross Register: Alternatif dari Double Degree
Selain program double degree, ada juga program cross register. Cross register adalah program yang memungkinkan mahasiswa untuk mengambil kelas di perguruan tinggi lain yang memiliki kesepakatan kerjasama dengan perguruan tinggi mereka. Dalam program ini, mahasiswa hanya menempuh studi di satu perguruan tinggi, namun bisa mengambil kelas di perguruan tinggi lain yang berbeda.
Keuntungan dari program cross register adalah meskipun hanya menempuh studi di satu perguruan tinggi, mahasiswa memiliki akses untuk mengambil kelas yang ditawarkan oleh perguruan tinggi lain yang terlibat dalam kerjasama tersebut. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa juga lebih rendah dibandingkan dengan program double degree.
Namun, ada juga kekurangan dari program cross register ini. Mahasiswa harus lebih memperhatikan jadwal dan persyaratan yang harus dipenuhi dari perguruan tinggi yang diambil kelasnya. Selain itu, kelas yang diambil mungkin saja tidak sesuai dengan program studi yang diambil mahasiswa.
Kisah Waitatiri: Mahasiswa Cross Register di Harvard MIT
Salah satu contoh mahasiswa yang memilih program cross register adalah Waitatiri Wiroto, mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Harvard. Waitatiri memilih untuk mengambil kelas di MIT yang juga berada di kota Cambridge. Dalam programnya, Waitatiri mengambil kelas di MIT selama satu semester. Selama mengikuti program cross register ini, Waitatiri memperoleh banyak pengalaman dan kesempatan belajar yang berbeda dari program studi yang diambilnya di Harvard.
Selain itu, Waitatiri juga mendapatkan pengalaman sosial dan kultural yang berbeda antara MIT dan Harvard. Dia juga mengakui bahwa program cross register ini membantunya untuk mengembangkan koneksi dan juga networking di kedua perguruan tinggi tersebut.
Program cross register memang menjadi alternatif bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda tanpa harus menempuh studi di dua perguruan tinggi yang berbeda. Namun, tentunya harus dipertimbangkan dengan baik terlebih dahulu mengenai jadwal dan persyaratan yang harus dipenuhi dan juga kelas yang ingin diambil.
Comments
Post a Comment